Pemuda Ahli Maksiat yang Allah Juluki Hamba yang sholeh

Ust Faidul Akbar
0


Pernahkah kalian mendengar kisah tentang seseorang yang wafat, lalu semua orang menolak bahkan untuk memakamkannya? Simaklah kisah ini.

Orang-orang berkata bahwa pemuda ini menghabiskan seluruh umurnya dalam kemaksiatan, dan tidak ada satu pun orang yang sudi mendekatinya. Namun, pada malam itu, Allah memberikan wahyu kepada Nabi-Nya, Musa ‘alaihissalam:

“Wahai Musa, pergilah ke tempat anu, sungguh telah wafat di sana seorang hamba dari hamba-hamba-Ku yang saleh.”

Musa ‘alaihissalam merasa heran, lalu pergi menemui dan bertanya kepada warga setempat: “Apakah ada salah seorang wali Allah yang wafat di lingkungan kalian?”

Mereka menjawab: “Wahai Nabi Allah, tidak ada orang saleh yang wafat di tempat kami. Akan tetapi, ada seorang pemuda yang dikenal berlumuran dosa, sampai-sampai orang-orang menolak untuk memakamkannya.”

Musa berkata: “Dialah orang yang sedang kucari.”

Musa ‘alaihissalam kemudian masuk ke rumahnya dan melihat rahmat Allah meliputi jenazah tersebut. Beliau berkata: “Wahai Tuhanku, orang-orang menyebutnya pelaku maksiat, sedangkan Engkau menyebutnya sebagai bagian dari hamba-hamba-Mu yang saleh. Apa rahasianya?”

Allah Ta’ala berfirman: “Wahai Musa, manusia mengetahui dosa-dosanya, tetapi mereka tidak mengetahui tobatnya. Pada waktu sahur, hamba-Ku ini bersimpuh merendahkan diri di hadapan-Ku, menangis, menyesal, dan bertobat dengan tobat yang tulus. Maka Aku menerima tobatnya, serta mengampuni dosa-dosanya.”

Subhanallah, jangan pernah menghakimi akhir hidup seseorang hanya dari masa lalunya. Pintu Allah tidak akan pernah tertutup bagi siapa pun yang kembali kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.’” (QS. Az-Zumar: 53)

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami tobat yang tulus sebelum kematian datang menjemput.

Sebagai penutup, lantunkan doa Nabi Yunus ‘alaihissalam:

Lā ilāha illā Anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn. (“Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”)

#KisahNabiMusa #TaubatNasuha #CeritaIslami #RahmatAllah #KisahInspiratif #MuhasabahDiri #Hijrah #DakwahIslam #AmpunanAllah

Posting Komentar

0Komentar

Terimakasih atas komentar anda.

Posting Komentar (0)

#buttons=(saya terima !) #days=(100)

Ingat Website Ust Faidul Akbar di prangkat anda agar lebih mudah membukanya. website resmi ust. Faidul Akbar
Accept !